Profil wilayah, kependudukan, sosial, ekonomi, dan potensi Kelurahan Letta — disusun oleh Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, mengacu pada Data Agregat Semester II Tahun 2025 (Disdukcapil) dan data administrasi Pemerintah Kelurahan Letta.
| Islam | 3.018 jiwa |
| Katholik | 2 jiwa |
| Kristen | 1 jiwa |
| Hindu | 0 jiwa |
| Budha | 0 jiwa |
| Khonghucu | 0 jiwa |
| Kepercayaan Lain | 0 jiwa |
| Total | 3.021 jiwa |
TK Negeri Pertiwi Letta, SD Negeri 7 Letta, MTs Nahdlatut Thawalib Tompong, dan MAS Nahdlatut Thawalib Tompong.
Masjid AR-RAFIQ, Masjid Taqwa Tompong, dan Masjid Raodhatul Jannah.
Posyandu Teratai, Posyandu Bahagia, dan Posyandu Sentosa, serta Klinik Mitra Medica.
Cagar budaya terdiri dari 2 unit Balla Lompoa, 1 unit Balla Tembok, dan 1 unit Balla Basia.
Sebagian besar masyarakat pesisir berprofesi sebagai nelayan.
Komoditas utama berupa pembudidayaan rumput laut.
Letta berada di kawasan perkotaan sehingga terdapat banyak aktivitas perdagangan dan usaha jasa.
Wilayah pesisir yang strategis untuk pengembangan ekonomi dan pariwisata.
Sumber: Kelurahan Letta Dalam Angka 2026 — Profil Wilayah, Kependudukan, Sosial, Ekonomi, dan Potensi Kelurahan. Disusun oleh Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Alif Amanullah, Febiola Monica Hutahaean, Nurfatimah Azzahra, Muh. Arman S, Ananda Dwi Kurnia, Muh Rafi Andhika, Novi Salbiah Wulandari), dengan pembina Dr.Eng. Ir. Dewiani, M.T.